Blog Detail

  • Home
  • 7 Standar Wajib Sarung Tangan Safety Anti Listrik untuk Pekerja Elektrikal

7 Standar Wajib Sarung Tangan Safety Anti Listrik untuk Pekerja Elektrikal

Pendahuluan – Mengenalkan Sarung Tangan Anti Listrik

Dalam dunia kerja elektrikal, sarung tangan safety anti listrik menjadi perlengkapan wajib untuk melindungi pekerja dari risiko sengatan listrik bertegangan tinggi. Setiap tahun, data kecelakaan kerja akibat kontak langsung dengan arus listrik masih tergolong tinggi, terutama pada sektor industri, instalasi, dan perawatan jaringan listrik.
Penggunaan electrical gloves bukan hanya untuk mematuhi aturan keselamatan, tetapi juga sebagai bentuk investasi dalam menjaga nyawa dan produktivitas pekerja. Tanpa perlindungan yang tepat, satu kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

Simak Juga 7 Alasan Mengapa Sarung Tangan Safety Kulit Jadi Pilihan Utama Pekerja Las


Bahan Isolator dan Fungsinya Sarung Tangan Safety Anti Listrik

Komponen utama dari sarung tangan safety anti listrik adalah bahan isolator yang berfungsi mencegah aliran arus ke tubuh pengguna. Umumnya, insulated gloves dibuat dari bahan seperti karet alami, lateks, atau campuran sintetis yang memiliki resistansi tinggi terhadap arus listrik.
Karet memiliki sifat dielektrik yang sangat baik, sementara bahan sintetis menambah kekuatan fisik dan fleksibilitas. Kombinasi keduanya menghasilkan pelindung tangan listrik yang tidak hanya aman, tetapi juga nyaman digunakan dalam waktu lama.


Tingkat Tegangan yang Dapat Ditahan Sarung Tangan Safety Anti Listrik

Setiap sarung tangan safety anti listrik diklasifikasikan berdasarkan tingkat tegangan yang mampu ditahannya. Standar internasional seperti ASTM D120 mengelompokkan sarung tangan ke dalam beberapa kelas, mulai dari Class 00 (500 Volt) hingga Class 4 (36.000 Volt).
Misalnya, sarung tangan Class 0 cocok untuk pekerjaan dengan tegangan rendah, sedangkan Class 3 dan 4 digunakan pada sistem tegangan tinggi seperti gardu induk atau transmisi listrik. Pemilihan kelas yang tepat sangat penting untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai risiko kerja.


Sertifikasi Keselamatan Wajib

Sertifikasi merupakan bukti bahwa pelindung tangan listrik telah melalui proses pengujian yang sesuai dengan standar internasional. Beberapa standar yang diakui secara global meliputi:

  • ASTM D120 (Amerika Serikat)
  • IEC 60903 (Internasional)
  • SNI 16-4809-1998 (Indonesia)

Produk bersertifikasi menjamin kualitas material, ketebalan, dan kemampuan isolasi. Tanpa sertifikasi, pekerja berisiko menggunakan sarung tangan yang tidak memenuhi syarat proteksi minimum terhadap arus listrik.


Uji Keandalan dan Inspeksi

Sebelum digunakan di lapangan, sarung tangan safety anti listrik wajib melalui uji keandalan untuk memastikan tidak ada kebocoran listrik.
Metode umum yang digunakan antara lain:

  • Air Test: sarung tangan diisi udara dan direndam air untuk mendeteksi kebocoran.
  • Visual Inspection: pemeriksaan permukaan untuk menemukan retak, sobek, atau cacat kecil.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali, dan dilakukan oleh petugas K3 bersertifikat. Pengujian berkala membantu mendeteksi kerusakan dini sebelum menimbulkan bahaya.


Tanda Kerusakan yang Harus Diwaspadai

Kerusakan kecil pada insulated gloves dapat menurunkan kemampuan isolasi secara signifikan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Retakan halus pada permukaan.
  • Sobekan kecil di jari atau telapak.
  • Warna yang memudar atau berubah.
  • Permukaan menjadi lengket atau kaku.

Jika tanda-tanda ini muncul, segera hentikan penggunaan dan ganti dengan sarung tangan baru. Mengabaikan kerusakan dapat menyebabkan aliran listrik menembus lapisan isolator.


Tips Penyimpanan

Untuk menjaga daya tahan sarung tangan safety anti listrik, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Hindari melipat atau menindih sarung tangan agar struktur isolator tidak rusak.
Gunakan kantung penyimpanan khusus dengan ventilasi baik untuk mencegah kelembapan berlebih, yang bisa menyebabkan degradasi bahan karet.


Standar K3 Nasional dan Internasional

Regulasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Indonesia mewajibkan penggunaan APD yang sesuai dengan risiko pekerjaan. Dalam konteks listrik, electrical gloves termasuk dalam kategori Alat Pelindung Diri (APD) Kelas A, yang harus memenuhi Permenaker No. 8 Tahun 2010 tentang APD.
Selain itu, perusahaan multinasional umumnya mengacu pada standar OSHA 1910.137 dan IEC 60903 untuk memastikan perlindungan yang konsisten secara global.

Info Lebih Lanjut 7 Material Terbaik Sarung Tangan Safety Anti Panas untuk Pekerja Industri


Tips Perawatan Sarung Tangan Listrik

Perawatan rutin adalah kunci umur panjang dan keamanan penggunaan pelindung tangan listrik. Berikut langkah yang disarankan:

  1. Bersihkan menggunakan sabun ringan dan air hangat setelah digunakan.
  2. Keringkan secara alami di udara terbuka, hindari pemanasan langsung.
  3. Simpan dalam posisi tegak di rak penyimpanan khusus.
  4. Hindari kontak dengan minyak, pelarut, atau bahan kimia keras.

Dengan perawatan yang benar, sarung tangan dapat bertahan hingga 3 tahun atau lebih tergantung intensitas pemakaian.


FAQ

1. Apakah semua sarung tangan bisa digunakan untuk pekerjaan listrik?
Tidak. Hanya sarung tangan safety anti listrik dengan sertifikasi dan bahan isolator khusus yang dapat digunakan untuk pekerjaan bertegangan listrik. Sarung tangan biasa, seperti dari kulit atau kain, tidak memiliki kemampuan menahan arus.

2. Bagaimana cara mengetahui tingkat proteksi sarung tangan listrik?
Periksa label atau kode kelas pada bagian manset sarung tangan. Misalnya, “Class 0 – 1.000V” menunjukkan batas maksimum tegangan kerja yang aman.

3. Bagaimana perawatan sarung tangan listrik yang benar?
Gunakan sabun lembut, hindari bahan kimia keras, dan simpan dalam kondisi kering serta terlindung dari panas langsung. Lakukan inspeksi visual setiap sebelum pemakaian.

4. Apa tanda-tanda sarung tangan listrik perlu diganti?
Jika muncul retak, sobek, atau permukaan mengeras, segera ganti. Sarung tangan yang sudah melewati masa uji kelayakan 6 bulan juga sebaiknya diuji ulang atau diganti.


Kesimpulan

Sarung tangan safety anti listrik adalah garis pertahanan pertama bagi pekerja elektrikal dalam menghadapi risiko arus bertegangan tinggi. Dengan memahami standar, sertifikasi, dan cara perawatannya, pekerja dapat bekerja dengan aman dan efisien.
Pastikan selalu menggunakan insulated gloves bersertifikat dan lakukan pemeriksaan rutin sesuai ketentuan K3. Jadikan keselamatan sebagai prioritas utama setiap kali Anda bekerja dengan listrik.

Tertarik melihat bagaimana produk kami bisa membantu bisnis Anda? Lihat detail produk kami di e-Katalog Inaproc Damar Hanjaya Abadi