Dalam dunia konstruksi dan proyek lapangan, keselamatan kerja (K3) merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan. Salah satu perlengkapan wajib yang menjadi simbol keselamatan adalah rompi proyek. Meski terlihat sederhana, rompi ini memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan dan efisiensi kerja.
Namun, tahukah Anda bahwa ada berbagai jenis rompi proyek dengan fungsi dan warna berbeda? Setiap jenis dirancang untuk kebutuhan dan kondisi kerja tertentu. Artikel ini akan membantu Anda mengenali macam-macam rompi proyek serta cara memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan pekerjaan Anda.
Wajib Baca 7 Manfaat Rompi Lapangan Proyek untuk Keselamatan dan Profesionalitas Kerja
Fungsi Rompi Proyek dalam Dunia Konstruksi

Rompi proyek tidak hanya menjadi atribut identitas pekerja lapangan, tetapi juga bagian penting dari alat pelindung diri (APD). Fungsinya antara lain:
- Meningkatkan visibilitas pekerja. Dengan warna cerah dan pita reflektif, rompi memudahkan pekerja terlihat, terutama di area gelap atau saat malam hari.
- Melindungi tubuh dari risiko kecil. Beberapa rompi dilengkapi bahan tebal atau tahan air untuk melindungi dari cipratan bahan kimia, debu, atau hujan.
- Membantu identifikasi jabatan. Warna rompi sering menandakan posisi seseorang di lapangan—seperti mandor, pengawas, atau pekerja umum.
- Mempermudah efisiensi kerja. Rompi dengan banyak kantong membantu pekerja membawa alat kecil tanpa mengganggu aktivitas.
Dengan berbagai fungsi tersebut, jelas bahwa rompi proyek bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian vital dari sistem keselamatan kerja.
Jenis-Jenis Rompi Proyek Berdasarkan Fungsi dan Kebutuhan
1. Jenis Rompi Proyek Reflektif Standar
Rompi ini merupakan jenis yang paling umum digunakan di area proyek dan jalan raya. Ciri khasnya adalah warna terang seperti oranye atau kuning neon dengan pita reflektif di bagian depan dan belakang.
Fungsi utama: meningkatkan visibilitas agar pekerja terlihat dari jarak jauh, terutama saat malam hari atau di area dengan pencahayaan minim.
Ideal untuk: pekerja proyek jalan, petugas keamanan, dan operator alat berat.
2. Jenis Rompi Proyek Warna Hijau
Rompi berwarna hijau biasanya digunakan oleh tim K3 atau pengawas lapangan. Warna hijau mencerminkan ketenangan dan keselamatan, sesuai dengan fungsi mereka yang mengawasi penerapan standar keselamatan di proyek.
Ciri khas: bahan ringan dengan strip reflektif dan logo K3 di bagian belakang.
Keunggulan: membantu membedakan peran di lapangan secara visual dan profesional.
3. Jenis Rompi Proyek Warna Kuning
Jenis ini umum digunakan oleh pekerja konstruksi dan tenaga teknis lapangan. Warna kuning cerah membuat mereka mudah dikenali di tengah keramaian proyek.
Kelebihan: memudahkan koordinasi antarpekerja dan meningkatkan faktor keamanan di area sibuk.
Tips: pilih rompi kuning dengan bahan polyester breathable agar tetap nyaman saat bekerja di bawah sinar matahari.
4. Rompi Surveyor
Rompi surveyor dirancang untuk pekerjaan teknis di lapangan yang membutuhkan mobilitas tinggi. Rompi ini memiliki banyak kantong multifungsi untuk menyimpan alat ukur, pensil, ponsel, dan dokumen kecil.
Material: umumnya menggunakan kombinasi mesh dan polyester tebal, sehingga kuat dan tetap sejuk.
Ideal untuk: surveyor, inspektor, dan tim pengawasan proyek.
5. Jenis Rompi Proyek Tahan Air
Jenis rompi ini dibuat dari bahan polyester dengan lapisan anti-air (waterproof coating). Sangat cocok digunakan di area kerja terbuka yang rentan hujan atau cipratan air.
Keunggulan: melindungi tubuh dari basah dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Saran penggunaan: pastikan tetap memiliki strip reflektif agar visibilitas tidak berkurang meski kondisi lembap atau berkabut.
Klik untuk lihat 6 Pilihan Tepat untuk Pekerja Lapangan Rompi Proyek Hijau yang Tahan Lama & Nyaman
Cara Memilih Jenis Rompi Proyek yang Tepat
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli rompi proyek:
- Perhatikan warna dan fungsi. Pilih warna sesuai peran di lapangan (kuning untuk pekerja, hijau untuk K3, oranye untuk pengawas).
- Pastikan bahan sesuai kondisi kerja. Untuk area panas, pilih bahan breathable. Untuk area lembap, pilih bahan tahan air.
- Cek fitur tambahan. Pastikan ada pita reflektif, resleting kuat, dan kantong yang cukup.
- Perhatikan ukuran dan kenyamanan. Rompi tidak boleh terlalu longgar atau sempit agar tidak mengganggu gerak kerja.
- Sesuaikan dengan standar K3. Pastikan produk memiliki sertifikasi atau sesuai standar nasional keselamatan kerja (misalnya SNI atau ANSI/ISEA 107).
Standar K3 dalam Penggunaan Rompi Proyek
Menurut regulasi Kementerian Ketenagakerjaan dan standar K3 internasional, rompi proyek termasuk dalam kategori Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan oleh pekerja di area berisiko tinggi.
Beberapa poin penting dalam standar ini antara lain:
- Warna rompi harus kontras dan mudah terlihat.
- Setiap rompi harus memiliki pita reflektif minimal 5 cm di bagian depan dan belakang.
- Rompi wajib dikenakan selama jam kerja di area proyek aktif.
- Rompi harus diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak rusak atau pudar.
Dengan menerapkan standar ini, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Kesimpulan
Pemilihan jenis rompi proyek yang tepat bukan sekadar soal warna atau desain, tetapi menyangkut keselamatan dan efisiensi kerja di lapangan.
Mulai dari rompi reflektif standar hingga rompi breathable anti panas, setiap jenis memiliki fungsi dan manfaat tersendiri sesuai kebutuhan pekerjaan.
Dengan memahami karakteristik masing-masing, Anda bisa memastikan pekerja tetap aman, nyaman, dan produktif.
Jika Anda sedang mencari rompi proyek berkualitas dengan bahan kuat dan sesuai standar K3, pastikan memilih produk dari toko terpercaya.
Temukan berbagai jenis rompi proyek berkualitas sesuai kebutuhan Anda di e-Katalog Inaproc Damar Hanjaya Abadi
