Keselamatan kerja merupakan aspek paling penting dalam setiap kegiatan proyek konstruksi. Lingkungan kerja yang penuh risiko seperti area pembangunan gedung, jembatan, atau jalan raya, menuntut setiap pekerja untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar. Dua perlengkapan yang paling mendasar dan wajib digunakan adalah rompi dan helm proyek.
Kedua alat ini bukan sekadar atribut formalitas, tetapi merupakan perlindungan utama dari risiko yang bisa terjadi kapan saja. Rompi proyek berfungsi untuk meningkatkan visibilitas pekerja di area ramai, sementara helm proyek melindungi kepala dari benturan, jatuhan benda, atau kecelakaan lain di lokasi kerja.
Namun, tidak semua rompi dan helm proyek memiliki kualitas dan standar keselamatan yang sama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana memilih perlengkapan proyek yang aman, nyaman, dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Pelajari Selengkapnya 5 Alasan Mengapa Rompi Proyek Jaring Jadi Pilihan Terbaik
Fungsi Rompi dan Helm Proyek dalam Keselamatan Kerja

Setiap alat pelindung diri memiliki fungsinya masing-masing, termasuk rompi dan helm proyek.
1. Fungsi Rompi Proyek
Rompi proyek atau safety vest berfungsi untuk meningkatkan visibilitas pekerja di area kerja. Biasanya terbuat dari bahan reflektif dengan warna mencolok seperti oranye, kuning, atau hijau neon. Dengan warna yang kontras, pekerja mudah terlihat oleh operator alat berat, pengendara kendaraan, maupun rekan kerja lainnya.
Selain itu, beberapa rompi proyek dilengkapi dengan kantong multifungsi untuk membawa alat kerja kecil, memo, atau peralatan ringan, sehingga meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
2. Fungsi Helm Proyek
Helm proyek berperan vital dalam melindungi kepala dari risiko benturan dan kejatuhan benda keras. Dalam dunia konstruksi, kepala adalah bagian tubuh yang paling rentan terhadap cedera berat. Helm proyek dirancang agar dapat menyerap energi benturan dan meminimalkan dampak pada tulang kepala serta leher.
Selain perlindungan fisik, helm proyek juga digunakan sebagai penanda posisi atau jabatan di lapangan, yang dibedakan melalui warna helm. Misalnya, helm putih untuk pengawas atau manajer proyek, helm kuning untuk pekerja lapangan, dan helm biru untuk teknisi.
Standar Keselamatan dan Material Berkualitas
Agar berfungsi maksimal, rompi dan helm proyek harus memenuhi standar keselamatan resmi, baik dari dalam negeri (SNI) maupun luar negeri (ANSI, OSHA, EN).
1. Standar Rompi Proyek
Rompi proyek yang baik umumnya memenuhi SNI ISO 20471 atau ANSI/ISEA 107, yang mengatur tentang visibilitas tinggi dan kemampuan reflektif bahan rompi.
Ciri-ciri rompi yang sesuai standar antara lain:
- Terbuat dari bahan polyester ringan dan tahan sobek.
- Dilengkapi dengan pita reflektif lebar di bagian dada, punggung, dan bahu.
- Warna dasar cerah seperti kuning neon atau oranye terang.
2. Standar Helm Proyek
Untuk helm proyek, di Indonesia berlaku SNI 1811:2007, yang mengatur tentang kekuatan material, daya tahan terhadap panas, dan kemampuan menahan benturan. Di tingkat internasional, standar helm proyek bisa mengacu pada ANSI Z89.1 atau EN 397.
Helm dengan sertifikasi ini biasanya memiliki:
- Cangkang luar dari bahan ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) atau HDPE (High Density Polyethylene).
- Tali pengikat dagu (chin strap) kuat dan nyaman.
- Suspensi atau tali dalam yang bisa disesuaikan agar tidak mudah lepas.
Memastikan produk yang digunakan memiliki sertifikasi resmi akan menjamin perlindungan optimal bagi para pekerja.
Cara Memilih Rompi dan Helm Proyek yang Tepat
Agar perlengkapan proyek nyaman dan tahan lama, berikut beberapa tips memilih produk yang tepat:
1. Pilih Ukuran yang Pas
Rompi proyek yang terlalu besar dapat mengganggu gerakan, sedangkan yang terlalu kecil akan terasa sesak. Pastikan ukuran sesuai dengan bentuk tubuh agar tetap nyaman dipakai sepanjang hari.
2. Perhatikan Material dan Jahitan
Untuk rompi, pilih bahan polyester dengan jahitan kuat di area pundak dan pinggir. Sedangkan untuk helm, pastikan tidak ada retakan atau bagian yang longgar pada cangkang luar maupun suspensinya.
3. Pilih Warna Sesuai Fungsi
Warna bukan hanya untuk gaya, tetapi memiliki makna tersendiri di dunia konstruksi.
- Helm putih: Pengawas, manajer, insinyur.
- Helm kuning: Pekerja umum atau buruh.
- Helm biru: Teknisi atau operator alat berat.
- Helm hijau: Tim keselamatan atau K3.
- Helm merah: Tamu atau pengunjung proyek.
4. Pastikan Ada Label Sertifikasi
Produk yang memenuhi standar biasanya mencantumkan label SNI atau ANSI di bagian dalam helm atau tag rompi. Ini menunjukkan bahwa produk telah lulus uji keselamatan.
5. Cek Kenyamanan
Helm yang baik memiliki sistem ventilasi udara dan bantalan lembut di bagian dalam. Rompi juga sebaiknya memiliki lapisan jaring (mesh) agar tidak panas saat dipakai di bawah sinar matahari.
Info Lebih Lanjut 6 Rompi Proyek Krisbow Perlindungan dan Kenyamanan Maksimal
Tips Perawatan dan Penyimpanan
Merawat rompi dan helm proyek dengan benar dapat memperpanjang umur pemakaiannya serta menjaga fungsi pelindungnya.
Untuk Rompi:
- Cuci menggunakan deterjen lembut, hindari pemutih karena bisa merusak warna reflektif.
- Jemur di tempat teduh agar bahan tidak kaku atau pudar.
- Simpan di tempat kering agar tidak lembab.
Untuk Helm:
- Bersihkan dengan kain lembab, hindari bahan kimia keras.
- Jangan menaruh helm di bawah sinar matahari langsung terlalu lama.
- Ganti helm setiap 2–3 tahun, atau segera jika mengalami retakan atau benturan keras.
Rekomendasi Produk dan Tempat Pembelian
Saat ini banyak toko yang menyediakan rompi dan helm proyek dengan berbagai kualitas. Namun, pastikan membeli di tempat yang sudah terpercaya dan menyediakan produk bersertifikat SNI.
Kamu bisa menemukan berbagai pilihan rompi safety dan helm proyek melalui toko resmi alat keselamatan kerja yang memiliki garansi dan informasi spesifikasi lengkap.
Jika memungkinkan, pilih toko yang juga memberikan layanan konsultasi atau rekomendasi produk berdasarkan kebutuhan proyekmu. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kombinasi terbaik antara keamanan, kenyamanan, dan harga yang sesuai.
Jadikan Keselamatan sebagai Budaya Kerja
Rompi dan helm proyek bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan penyelamat nyawa dalam dunia konstruksi. Dengan memilih produk yang tepat, sesuai standar keselamatan, serta merawatnya dengan benar, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan secara signifikan.
Setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri dan rekan kerja di sekitarnya. Jadi, jangan pernah mengabaikan penggunaan rompi dan helm proyek, karena keselamatan adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai.
Dapatkan rompi dan helm proyek berkualitas di toko kami di e-Katalog Inaproc Damar Hanjaya Abadi
